Skip to main content

Posts

Losarium, Catatan Kecil dari Losari

  Judul: Losarium, Catatan Kecil dari Losari Penulis: Yuliani Kumudaswari Editor:  Indro Suprobo, Ons Untoro Isi: 14 X 20 cm, x + 138 hlm  Cetakan Pertama: Juli 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   Losarium, yang pada mulanya merupakan kata yang menunjukkan tempat, yakni sebuah Resto dan Caffee di wilayah Losari, Ngaglik, yang merupakan teritori, dalam kumpulan puisi ini, oleh Yuliani telah di-deteritorialisasi-kan sehingga tidak hanya menjadi penanda tempat, melainkan sebagai penanda peristiwa, sesuatu yang bergerak dan terus-menerus berlangsung dan menjadi. Ia juga menjadi kata yang mencerminkan seluruh cara baru dalam membaca realitas dan pengalaman, cara baru untuk mengungkapkan perasaan, imajinasi, kegelisahan, keterlibatan, dan seluruh pengetahuan yang menubuh di dalam dirinya, yakni pengetahuan yang diperoleh dari seluruh kehadirannya. Losarium, Catatan Kecil dari Losari , adalah kreativitas dan kebaharuan yang ditawarkan oleh Yuliani Kumudaswari untuk melihat,...

Air Mata Kata, Kumpulan Puisi

  Judul: Air Mata Kata, Kumpulan Puisi Penulis: Ana Ratri dkk Editor:  Ons Untoro, Indro Suprobo Isi: 14 X 20 cm, xiv +162 hlm  Cetakan Pertama: Juni 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   Di era digital orang bisa saling berjumpa tanpa harus meninggalkan tempat. Bahkan masing-masing tinggal di kota berbeda. Syaratnya, di tempat masing-masing tersedia koneksi wifi. Karena tersedia fasilitas itu, perjumpaan sesuatu yang mudah. Ruang tidak menjadi kendalala, meski jarak dan waktu memisahkan, malah semuanya melebur menjadi satu: ruang dan waktu saling berhimpitan.           Ada sejumlah teman, secara fisik sudah sering saling bertemu. Secara digital, hampir setiap hari saling bersapa melalui group WhatsApp. Artinya, dalam bersahabat masing-masing saling melakukan interaksi berupa kata maupun tatap muka sambil ngopi, sesekali, mungkin, gibah.           Rupanya, perjumpaan digita...

Manuskrip Indonesia, Kumpulan Puisi Kebangsaan

  Judul: Manuskrip Indonesia, Kumpulan Puisi Kebangsaan Penulis: Abidin Fikri dkk Editor:  Latief Noor Rochmans & Joshua Igho Kurator: Yuliani Kumudaswari & Ninuk Retno  Raras Supervisor: Ons Untoro Isi:  14 X 20 cm, xxii +320 hlm  Cetakan Pertama: Mei  2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   SAYA kira, ini kali pertama Sosialisasi 4 Pilar MPR RI menghasilkan buku puisi, yang dibingkai dalam tema kebangsaan. Selama saya menjalankan sosialisasi di berbagai daerah, tak disertai penulisan buku setelahnya. Agaknya, karena Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, yang di­selenggarakan di Yogyakarta bekerjasama dengan Ko­munitas Sastra Bulan Purnama. Satu komunitas, yang di dalamnya terdiri penyair dan pecinta sastra, yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Memang peserta yang ikut sosialisasi, kebanyakan penyair yang tinggal di Yogyakarta. Namun ada juga penyair yang tinggal di Karanganyar, Magelang, Temanggung, Solo, ikut dalam sosialisasi tersebut...

Aku Terkoneksi Maka Aku Ada, Kumpulan Esai

  Judul: Aku Terkoneksi Maka Aku Ada, Kumpulan Esai Penulis: Harris Susanto dkk Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x +228 hlm  Cetakan Pertama: Mei  2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Saya kira, lansia mengalami apa yang dikenali sebagai terpisahnya ruang dan waktu. Pada tahun 1970an, orang saling sapa dan tinggal di kota berbeda, antara Jakarta-Yogyakarta misalnya, memerlukan waktu berhari-hari dengan kirim surat dan menunggu balasan. Atau harus meninggalkan Jakarta (ruang) menuju Yogya (ruang). Keduanya memerlukan waktu berbeda. DALAM situasi seperti diatas, lansia yang tubuhnya sudah mulai renta, lebih-lebih usianya di atas 70 tahun, sudah kesulitan menempuh dua ruang yang berbeda, dan memerlulkan waktu tidak sebentar. Pada masa itu, lansia seperti ‘terasing’, dan lansia pada masa itu, terlihat sudah renta. Tubuhnya tidak lagi kuat, dan biasanya diperlukan tongkat penyangga untuk berjalan, dalam bahasa Jawa disebut teken. Dengan demikian lans...

Tiga Malam di Kaki Monrolo, Kumpulan Puisi PM. Laksono

  Judul: Tiga Malam di Kaki Monrolo, Kumpulan Puisi PM. Laksono Penulis: PM. Laksono Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xxii +118 hlm  Cetakan Pertama: Maret  2026 Penerbit: Tonggak Pustaka PM Laksono, sekali lagi menurut pengamatan saya, adalah penyair yang memiliki poetic sensorium kuat. Sebagai seorang antropolog dengan jam terbang tinggi, kepekaan pandangnya menembus rutinitas tinubuh (embodied), relasi-relasi keruangan, dan endapan-endapan historis. Citra-citra rabaan, bauan, dan cecapan dapat dihidupkannya sebelum merujuk kepada makna apa pun. Namun, yang mungkin lebih menakjubkan bagi audiens bertelinga musikal, puisi-puisinya ternyata mampu merambah bunyi-bunyi ikonis, bentang bunyi (soundscape), dan ritme yang kaya. Dengan membaca puisi-puisi PM Laksono, saya kira, kita bisa belajar mengasah sikap observant (kepekaan observasi), ketimbang cerewet men-declare, mengumbar kata-kata dengan sia-sia. Sebagai seorang etnografer, Pak Laks tidak...

Tapa Pendhem, Kumpulan Puisi Marjuddin Suaeb

  Judul: Tapa Pendhem, Kumpulan Puisi Marjuddin Suaeb Penulis: Marjuddin Suaeb Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xii + 74 hlm  Cetakan Pertama: Februari 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Menulis puisi, tak berhenti. Mungkin, satu-satunya aktivitas yang dilakukannya setiap hari, disela-sela melakukan pekerjaan lain. Ia tahu, puisi tidak menghasilkan uang, dan Marjuddin tidak mencari uang melalui puisi. Bertani, merupakan pekerjaan untuk mendapatkan uang, meskipun tak selalu dilakukannya sendiri, seringkali diburuhkan. Dalam berdiam diri di rumah, sambil merawat ibunya, ia merenungkan jalan hidupnya. Dalam situasi seperti ini, Marjuddin menangkap banyak momentum puitik, yang kemudian ia tuliskan menjadi puisi. Puisi-puisi Marjuddin menggunakan bahasa yang khas, dalam arti menggunakan caranya sendiri. Kalimat dalam puisinya pendek-pendek dan diteruskan titik, yang kemudian ditambah kata, lagi-lagi pendek. Kadang hanya satu dua kata. Penyair Fauzi Abza...

Amuk Kenang, Sebuah Kumpulan Puisi

  Judul: Amuk Kenang, Sebuah Kumpulan Puisi Penulis: Sutirman Eka Ardhana Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x + 78 hlm  Cetakan Pertama: Februari 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Ini adalah kumpulan puisi terbaru dari Sutirman Eka Ardhana. Rupanya, masa lalu Eka tidak pernah lepas dari ingatannya, dan menjadi kenangan yang (terus) memburu. Eka menyebutnya diamuk. Ingatannya seperti diamuk kenangan. Masa kecil di Bengkalis, Riau, terbuka dari ingatannya. Seolah Eka seperti melihat layar, dan suasana   tanah kelahiran bisa dilihat dari layar. Berbagai macam ingatan terus menerjang, seperti gelombang laut yang tak bisa dilawan. Karena itu, Eka menulis puisi berjudul ‘Amuk Kenang’ untuk mengkristalkan ingatannya. Judul puisi itu sekaligus menjadi judul buku kumpulan puisi karyanya.

Esemmu Nambahi Tatu, Kumpulan Crita Cekak

  Judul: Esemmu Nambahi Tatu, Kumpulan Crita Cekak Penulis: Yonas Suharyono Editor: Indro Suprobo, Ons Untoro Isi:  14 X 20 cm, vi + 108 hlm  Cetakan Pertama: Desember 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Cariyos cekak ingkang kula aturake menika saperangan ageng sampun kapacak ing saweneh kalawarti ing Yogyakarta menapa dene ing Jawa Timur. Nanging ugi wonten ingkang dereng nate kawrat amargi dereng pantes miturut paugeran dhewan redaksi. Sinaosa makaten panyerat meksa nglebetaken cariyos kasebat ing pangangkah pikantuk seserepan saking para maos menggah perangan-perangan ingkang dereng mranani penggalih. Buku menika ngewrat 22 (kalih likur) cariyos ingkang mbabar mawarni-warni tema. Wonten cariyos asmara, konflik kulawarga, cariyos misteri, donyaning wayang, ugi donyaning pamulangan. Kados ingkang kasebat ing irah-irahan ing ngajeng, cariyos Esemmu Nambahi Tatu namung dumados saking gagasan imajinatif panyerat. Dados asma tokoh ugi namung sesinglon. Makaten ugi ing cariy...

Cerita dari Perempuan, Kumpulan Cerpen 22 Penulis Perempuan

  Judul: Cerita dari Perempuan, Kumpulan Cerpen 22 Penulis Perempuan Penulis: Ami Simatupang et.al Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x + 198 hlm  Cetakan Pertama: Desember 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Kreativitas tidak lahir tiba-tiba. Ia dilatih dan ditumbuhkan. Semakin sering melatihnya, kreativitas akan mudah sekali hadir saat menemukan momentum. Rene Wellek dan Austin Warren dalam Teori sastra, menyebutkan, bahwa   sastra adalah suatu kegiatan kreatif. 22 perempuan ini sedang menjalankan kegiatan kreatif dengan menulis cerpen. Mereka bukan baru pertamakali menulis cerpen, sudah lama dan berulangkali karya cerpen ditulis dan dipublikasikan, termasuk diterbitkan dalam bentuk buku. Karena tak saling mengikat, satu judul cerpen tak bisa dipilih untuk judul buku. Maka, ‘Cerita dari Perempuan’ diambil untuk menandai ‘lahirnya’ kumpulan cerpen   ini. Masing-masing penulis bercerita mengenai perempuan, bukan menyangkut dirinya, melainkan r...

Sosial-Demokrasi, Kumpulan Tulisan

  Judul: Sosial-Demokrasi, Kumpulan Tulisan Penulis: Imam Yudotomo Editor: Indro Suprobo, Ons Untoro Isi:  14 X 20 cm, x + 396 hlm  Cetakan Pertama: November 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Buku Sosial Demokrasi yang ditulisnya merupakan kum-pulan tulisan lepas, yang semuanya menyampaikan perihal sosialisme, yang dia yakini sampai akhir hayatnya. Dalam pikirannya, sosialisme seperti tidak pernah hilang. Nafas hidup-nya adalah nafas seorang sosialis, sehingga setiap dia berbicara nafas sosialis selalu terhirup. Yang saya kagumi, Mas Imam sangat yakin atas pilihannya itu, dan terus menghidupi pilihan itu dengan aneka kegiatan, tidak hanya di Indonesia, melainkan aktif di jaringan sosialisme internasional. Pikirannya tidak pernah berhenti berputar. Ingatannya kuat ketika bercerita menyangkut tokoh-tokoh sosialis di Indonesia. Di dalam buku ini, ada salah satu tokoh sosialis, yang dia tulis, dan hanya disebut ‘Bung Johan’ tanpa menyertakan nama lengkapnya. Saya kira, yang...

Kitab Omon-Omon, Antologi Puisi Humor Politik

  Judul: Kitab Omon-Omon, Antologi Puisi Humor Politik Penulis: Acep Syahril et.al. Editor: Ons Untoro, Joshua Igho, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xxii + 160 hlm  Cetakan Pertama: November 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Puisi Humor Politik Tema ini mengandung tiga kata. Masing-masing kata memiliki makna sendiri. Artinya, kalau masing-masing kata dipisah memiliki pengertiannya sendiri: Puisi, Humor dan Politik. Namun ketiga kata dijadikan satu tema, sesungguhnya sudah memiliki kelucuan tersendiri. Puisi humor sekaligus menggelitik bukan sesuatu yang baru. Setidaknya ditahun 1970-an ada puisi jenis itu, yang dikenal dengan istilah puisi mbeling. Dalam puisi ini kita menemukan puisi yang ditulis secara nakal, atau mbeling dalam bahasa Jawa, namun tidak norak, atau kasar. Malah mengandung kelucuan. Ada suasana humor, yang tidak hanya mengudang tawa. Namun juga menghadirkan suasana getir. Tidak mudah menulis puisi humor, apalagi penyair yang tidak terbiasa bergurau. Kar...

Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan, Kumpulan Esai

  Judul: Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan, Kumpulan Esai Penulis: Abidin Fikri et.al Editor: Ons Untoro & Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, viii + 246 hlm  Cetakan Pertama: Oktober 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Tulisan dalam buku ini, mengajak para pembaca untuk mengenali, bahwa jalan demokrasi masih gelap. Hukum masih belum mengambil peran pokok sehingga kasus-kasus korupsi tidak pernah tuntas. Malah, yang mengawatirkan penegak hukum terjerat kasus korupsi. Sepanjang 80 tahun Indonesia merdeka, kasus korupsi tidak menyingkir, malah berada di sekitar kekuasaan. Korupsi menyebar di seluruh daerah di Indonesia. Dampak dari korupsi ini, ketidakadilan terlihat nyata. Sekelompok kecil masyarakat kekayaanya melimpah, masyarakat yang lain, dan jumlahnya lebih banyak susah dalam menjalani kehidupan, sehingga Indonesia seolah hanya seperti sebuah kampung. Para penulis dalam buku ini menunjukkan berbagai bentuk wajah, dalam menapaki jalan gelap demokrasi dan keadilan. Mis...

Empat Belas Purnama, Antologi Puisi 14 Tahun Sastra Bulan Purnama

  Judul: Empat Belas Purnama, Antologi Puisi 14 Tahun Sastra Bulan Purnama Penulis: Aan Subhansyah et.al Editor: Ons Untoro & Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xxxii + 500 hlm  Cetakan Pertama: Oktober 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Buku puisi ini kita beri judul ‘Empat Belas Purnama’, yang tidak ditambahi kata tahun. Karena purnama tidak (selalu) menunjuk Sastra Bulan Purnama. Melainkan purnama bisa dimengerti sebagai keindahan dan sejenisnya, dan persahabatan yang menyenangkan, saling mengisi dan meneguhkan seperti ditaburi empat belas purnama. Sebut saja, purnama merupakan imajinasi yang menyejukan dan indah dilihat dari jauh, seolah seperti rembulan. Bisa kita bayangkan, bagaimana kalau persahabatan dipenuhi rembulan. Tak ada siasat, tak ada dominasi dan merasa paling hebat sendiri, atau  harus selalu diikuti keinginannya. Kondisi semacam ini tidak membetuk persahabatan rembulan. Yang terjadi malah sebaliknya: retak, pecah, patah Jadi, empat belas purnama ...

Narasi, Spiritualitas dan Cinta

  Judul: Narasi, Spiritualitas dan Cinta Penulis: H. Nasrullah Krisnam Editor: Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xxxii + 112 hlm  Cetakan Pertama: September 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Narasi, Spiritualitas dan Cinta, kumpulan puisi karya H. Nasrullah Krisnam adalah puisi-puisi lepas yang ditulis dalam rentang waktu panjang, yang mencerminkan hospitalitas secara jelas. Seluruh kumpulan puisi ini mengungkapkan kesaksian tentang keterbukaan terhadap kehidupan. Ia menyediakan ruang luas bagi semua jenis kehadiran dan menyambutnya dalam keramahan. Ia membuka diri terha-dap kehadiran "yang lain", baik dalam rupa pribadi (personal-antropological), peristiwa (factual-historical), pengalaman (impressive-experiential), maupun kehadiran alam (natural-ecological) dengan semua suasana dan jejak pesona yang me-ngalir darinya. Hospitalitas atau keramahtamahan adalah kemilau cahaya yang berpendar lembut dalam setiap puisi yang terangkum dalam kumpulan ini. Narasi, Spiritualitas dan Cin...

Nur

  Judul: Nur Penulis: Arief Wibowo Mudhiantoro  Layout & Desain Cover: Vincensius Dwimawan Illustrator: Bia Maquilla  Isi:  17 X 25 cm, iv + 92 hlm  Cetakan Pertama: September 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Di lingkungan istana yang gemerlap dan penuh dengan bisikan-bisikan rahasia, seorang gadis pendiam dan pemberani menyimpan kekuatan tersembunyi.   Namun ketika keluarganya diundang ke perayaan ulang tahun Pangeran Malik yang meriah di istana kerajaan, segalanya mulai berubah. Di balik gaun sutra dan lampu-lampu istana, kebenaran tersembunyi mulai terkuak, dan kekuatan tak kasat mata menggapainya dalam kegelapan.   Saat kisah-kisah lama kembali hidup dan suara-suara misterius memanggil namanya, Nur mendapati dirinya di persimpangan jalan. Akankah ia tetap tinggal di dunia yang dikenalnya, atau mengikuti tarikan keajaiban yang belum ia pahami? Berakar pada keyakinan, cinta, dan keajaiban dari proses menjadi yang tenang, kisah Nur adalah kisah...

Jalan Jurnalisme Oka Kusumayudha

  Judul: Jalan Jurnalisme Oka Kusumayudha Penulis: Asti Musman  et.al. Editor: Ons Untoro, Sutirman Eka Ardhana, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x + 210 hlm  Cetakan Pertama: Agustus 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka MAS Oka Kusumayudha adalah seorang wartawan senior di Yogyakarta. Jabatan puncak yang dipegangnya adalah pemimpin redaksi dan Ketua PWI Yogya. Hampir semua wartawan senior di Yogya mengenal Mas Oka Kusumayudha, pun demikian wartawan muda. Ia akrab bergaul dengan paara wartawan, baik seangkatannya, maupun wartawan yang lebih muda. Mas Oka juga akrab dengan seniman dan budayawan di Yogya. Pendek kata, Mas Oka tidak hanya bergaul di kalangan wartawan saja. Sahabat-sahabat Mas Oka Kusumayudha, yang sekarang tinggal dan barkarier di kota-kota lain, tidak lagi di Yogya. Namun masih ada yang tinggal di Yogya. Mereka semua menulis untuk mengenang(kan) Mas Oka Kusumayudha. Di tahun 1980-an, mereka belajar menjadi wartawan dalam bimbingan mas Oka. Di kemudian hari, m...

Risalah Sunyi, Antologi Puisi Hari Kelahiran

  Judul: Risalah Sunyi, Antologi Puisi Hari Kelahiran Penulis: Yuliani Kumudaswari et.al. Editor: Indro Suprobo, Ons Untoro Isi:  14 X 20 cm, xviii + 276 hlm  Cetakan Pertama: Juli 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka SERINGKALI kita menemukan puisi, yang ditulis untuk dirinya sendiri, atau untuk orang lain. Momentum kelahiran memberi inspirasi penyair menulis puisi. Bahkan, bukan penyair tidak dilarang menulis puisi di hari ulang tahunnya. Setiap orang memiliki bulan kelahiran. Tanggal dan bulan bisa sama, bisa pula berbeda, meski dalam satu keluarga. Misalnya, ayahya lahir 6 Desember, anaknya 15 Desember dan ibunya 3 Juni. Perbedaan, tanggal dan bulan kelahiran, bagi penyair bisa memberi insipirasi untuk bersama menulis puisi dalam satu buku, misalnya yang lahir bulan April bersepakat menulis puisi dengan tema bulan April. Buku puisi yang diberi judul ‘Risalah Sunyi’ ini mengolah bulan kelahiran masing-masing, sehingga puisi kelahiran dari bulan Januari sampai Desember terdap...

Lorong Waktu, Lima Puluh Puisi Riwanto Tirtosudarmo

  Judul: Lorong Waktu, Lima Puluh Puisi Riwanto Tirtosudarmo Penulis: Riwanto Tirtosudarmo Editor: Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xx + 56 hlm  Cetakan Pertama: Mei 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Puisi-puisi, kalaulah bisa disebut sebagai puisi, yang ter-kumpul dalam buku ini, barangkali bisa dilihat sebagai penanda sebuah perjalanan.  Masing-masing dilahirkan, ketika muncul dorongan untuk menuliskan, bisa ketika sudah di tempat ber-teduh, atau pun ketika masih di tengah perjalanan. Sebagai penanda sebuah perjalanan, apa-apa yang dituliskan sering seperti catatan dari apa yang terlihat, meskipun ada juga yang mirip perenungan, meskipun tidak pernah mendalam. Setiap perjalanan selalu melewati lorong waktu, meskipun setiap saat kita sesungguhnya berada dalam sebuah pember-hentian, di sebuah titik di saat ini dan di sini, ketika itulah kita bisa menengok ke belakang, ke masa lalu yang telah menjadi ingatan. Di dalam lorong waktu itu kita pun seperti bisa menatap ke depa...

(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik

  Judul: (Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik Penulis: Ahmad Syaify et.al. Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x + 282 hlm  Cetakan Pertama: Mei 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka MEMBACA tulisan para lansia yang terhimpun dalam buku bertajuk (Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik, mem-buat saya takjub. Karena, para lansia yang usianya di atas 60 tahun, bahkan ada yang mencapai 80 tahun, masih rajin menulis. Biasanya, lansia yang sudah pensiun, mengisi waktu dengan melakukan rekreasi, atau bermain dengan cucunya. Singkat kata, tidak lagi melakukan aktivitas yang ‘memeras’ atau mendayagunakan pikiran. Saya kian tertarik, justru karena mereka sudah lansia, lan-sia muda (60-65 tahun) maupun di atas lansia muda. Pada usia tersebut, aktivitas menulis masih terus dilakukan, pikir-an tidak dibiarkan berhenti untuk bekerja, namun dijaga agar terus digunakan, sehingga dalam usia senja pikiran tetap jer-nih dan waras. Yang mengundang decak kagum, ini bukanlah buku yang ...

Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee

  Judul: Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee Penulis: Whani Darmawan et.al. Editor: Ikun Sri Kuncoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xxii + 196 hlm  Cetakan Pertama: April 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Sebagai seorang seniman lumrah saja jika saya merasa dikaruniai sensitivitas. Naluri akan keindahan (yang menu-rut saya) bermuara pada sesuatu yang Illahiah, sepanjang manusia memelihara dan menubuhkan ke dalam laku hi-dupnya melalui pembiasaan, akan menjadi daya spiritual. Daya atau kemampuan spiritual ini tidak harus menjadikan-nya sekemampuan sebagai seorang cenayang, melainkan memiliki nurani yang lebih halus dan peka. Peka terhadap geliat perasaan yang tersembunyi dari ekspresi verbal, peka terhadap 'bayangan kejadian,' yakni bukan saja yang terlihat, melainkan juga yang tak terlihat. Beberapa seniman yang pernah saya baca biografinya, atau saya tanggap pengalaman hidupnya, sering menunjukkan gejala apocaliptic alias 'ngerti sadurunge winarah' melalui kar...