Skip to main content

Posts

Abdi Dalem Super-ager Suhardi, Inspirasi Merawat Memori di Era Kecerdasan Buatan

  Judul: Abdi Dalem Super-ager Suhardi, Inspirasi Merawat Memori di Era Kecerdasan Buatan Penulis: Bambang Sigap Sumantri, Benito Dira Editor:  Indro Suprobo, Ons Untoro Isi: 14 X 20 cm, viii + 172 hlm  Cetakan Pertama: Agustus 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   Sejumlah penelitian menunjukkan untuk mencapai usia di atas 90 tahun, faktor genetik (warisan biologis) memegang peranan dominan. Namun, memiliki tubuh yang hidup hingga usia 90 tahun ke atas tidak menjamin otak tetap jernih. Banyak orang mencapai usia tua dengan jasmani sehat, memori dan pikirannya sudah tidak jernih. Kami memusatkan kajian pada istilah super-aging, Suhardi sebagai super-ager. Konsep super-aging menunjuk pada keawetan dan ketajaman memori dan pikiran yang tak berkurang di usia lanjut alias tidak pikun sama sekali.   Ini dapat kita pelajari, kita latih dan rawat sepanjang hidup. Semua orang bisa dan mempunyai peluang memori dan pikiran tetap jernih di usia lanjut bahkan di era kecerdasa...
Recent posts

Losarium, Catatan Kecil dari Losari

  Judul: Losarium, Catatan Kecil dari Losari Penulis: Yuliani Kumudaswari Editor:  Indro Suprobo, Ons Untoro Isi: 14 X 20 cm, x + 138 hlm  Cetakan Pertama: Juli 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   Losarium, yang pada mulanya merupakan kata yang menunjukkan tempat, yakni sebuah Resto dan Caffee di wilayah Losari, Ngaglik, yang merupakan teritori, dalam kumpulan puisi ini, oleh Yuliani telah di-deteritorialisasi-kan sehingga tidak hanya menjadi penanda tempat, melainkan sebagai penanda peristiwa, sesuatu yang bergerak dan terus-menerus berlangsung dan menjadi. Ia juga menjadi kata yang mencerminkan seluruh cara baru dalam membaca realitas dan pengalaman, cara baru untuk mengungkapkan perasaan, imajinasi, kegelisahan, keterlibatan, dan seluruh pengetahuan yang menubuh di dalam dirinya, yakni pengetahuan yang diperoleh dari seluruh kehadirannya. Losarium, Catatan Kecil dari Losari , adalah kreativitas dan kebaharuan yang ditawarkan oleh Yuliani Kumudaswari untuk melihat,...

Air Mata Kata, Kumpulan Puisi

  Judul: Air Mata Kata, Kumpulan Puisi Penulis: Ana Ratri dkk Editor:  Ons Untoro, Indro Suprobo Isi: 14 X 20 cm, xiv +162 hlm  Cetakan Pertama: Juni 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   Di era digital orang bisa saling berjumpa tanpa harus meninggalkan tempat. Bahkan masing-masing tinggal di kota berbeda. Syaratnya, di tempat masing-masing tersedia koneksi wifi. Karena tersedia fasilitas itu, perjumpaan sesuatu yang mudah. Ruang tidak menjadi kendalala, meski jarak dan waktu memisahkan, malah semuanya melebur menjadi satu: ruang dan waktu saling berhimpitan.           Ada sejumlah teman, secara fisik sudah sering saling bertemu. Secara digital, hampir setiap hari saling bersapa melalui group WhatsApp. Artinya, dalam bersahabat masing-masing saling melakukan interaksi berupa kata maupun tatap muka sambil ngopi, sesekali, mungkin, gibah.           Rupanya, perjumpaan digita...

Manuskrip Indonesia, Kumpulan Puisi Kebangsaan

  Judul: Manuskrip Indonesia, Kumpulan Puisi Kebangsaan Penulis: Abidin Fikri dkk Editor:  Latief Noor Rochmans & Joshua Igho Kurator: Yuliani Kumudaswari & Ninuk Retno  Raras Supervisor: Ons Untoro Isi:  14 X 20 cm, xxii +320 hlm  Cetakan Pertama: Mei  2026 Penerbit: Tonggak Pustaka   SAYA kira, ini kali pertama Sosialisasi 4 Pilar MPR RI menghasilkan buku puisi, yang dibingkai dalam tema kebangsaan. Selama saya menjalankan sosialisasi di berbagai daerah, tak disertai penulisan buku setelahnya. Agaknya, karena Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, yang di­selenggarakan di Yogyakarta bekerjasama dengan Ko­munitas Sastra Bulan Purnama. Satu komunitas, yang di dalamnya terdiri penyair dan pecinta sastra, yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Memang peserta yang ikut sosialisasi, kebanyakan penyair yang tinggal di Yogyakarta. Namun ada juga penyair yang tinggal di Karanganyar, Magelang, Temanggung, Solo, ikut dalam sosialisasi tersebut...

Aku Terkoneksi Maka Aku Ada, Kumpulan Esai

  Judul: Aku Terkoneksi Maka Aku Ada, Kumpulan Esai Penulis: Harris Susanto dkk Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x +228 hlm  Cetakan Pertama: Mei  2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Saya kira, lansia mengalami apa yang dikenali sebagai terpisahnya ruang dan waktu. Pada tahun 1970an, orang saling sapa dan tinggal di kota berbeda, antara Jakarta-Yogyakarta misalnya, memerlukan waktu berhari-hari dengan kirim surat dan menunggu balasan. Atau harus meninggalkan Jakarta (ruang) menuju Yogya (ruang). Keduanya memerlukan waktu berbeda. DALAM situasi seperti diatas, lansia yang tubuhnya sudah mulai renta, lebih-lebih usianya di atas 70 tahun, sudah kesulitan menempuh dua ruang yang berbeda, dan memerlulkan waktu tidak sebentar. Pada masa itu, lansia seperti ‘terasing’, dan lansia pada masa itu, terlihat sudah renta. Tubuhnya tidak lagi kuat, dan biasanya diperlukan tongkat penyangga untuk berjalan, dalam bahasa Jawa disebut teken. Dengan demikian lans...

Tiga Malam di Kaki Monrolo, Kumpulan Puisi PM. Laksono

  Judul: Tiga Malam di Kaki Monrolo, Kumpulan Puisi PM. Laksono Penulis: PM. Laksono Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xxii +118 hlm  Cetakan Pertama: Maret  2026 Penerbit: Tonggak Pustaka PM Laksono, sekali lagi menurut pengamatan saya, adalah penyair yang memiliki poetic sensorium kuat. Sebagai seorang antropolog dengan jam terbang tinggi, kepekaan pandangnya menembus rutinitas tinubuh (embodied), relasi-relasi keruangan, dan endapan-endapan historis. Citra-citra rabaan, bauan, dan cecapan dapat dihidupkannya sebelum merujuk kepada makna apa pun. Namun, yang mungkin lebih menakjubkan bagi audiens bertelinga musikal, puisi-puisinya ternyata mampu merambah bunyi-bunyi ikonis, bentang bunyi (soundscape), dan ritme yang kaya. Dengan membaca puisi-puisi PM Laksono, saya kira, kita bisa belajar mengasah sikap observant (kepekaan observasi), ketimbang cerewet men-declare, mengumbar kata-kata dengan sia-sia. Sebagai seorang etnografer, Pak Laks tidak...

Tapa Pendhem, Kumpulan Puisi Marjuddin Suaeb

  Judul: Tapa Pendhem, Kumpulan Puisi Marjuddin Suaeb Penulis: Marjuddin Suaeb Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, xii + 74 hlm  Cetakan Pertama: Februari 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Menulis puisi, tak berhenti. Mungkin, satu-satunya aktivitas yang dilakukannya setiap hari, disela-sela melakukan pekerjaan lain. Ia tahu, puisi tidak menghasilkan uang, dan Marjuddin tidak mencari uang melalui puisi. Bertani, merupakan pekerjaan untuk mendapatkan uang, meskipun tak selalu dilakukannya sendiri, seringkali diburuhkan. Dalam berdiam diri di rumah, sambil merawat ibunya, ia merenungkan jalan hidupnya. Dalam situasi seperti ini, Marjuddin menangkap banyak momentum puitik, yang kemudian ia tuliskan menjadi puisi. Puisi-puisi Marjuddin menggunakan bahasa yang khas, dalam arti menggunakan caranya sendiri. Kalimat dalam puisinya pendek-pendek dan diteruskan titik, yang kemudian ditambah kata, lagi-lagi pendek. Kadang hanya satu dua kata. Penyair Fauzi Abza...

Amuk Kenang, Sebuah Kumpulan Puisi

  Judul: Amuk Kenang, Sebuah Kumpulan Puisi Penulis: Sutirman Eka Ardhana Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x + 78 hlm  Cetakan Pertama: Februari 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Ini adalah kumpulan puisi terbaru dari Sutirman Eka Ardhana. Rupanya, masa lalu Eka tidak pernah lepas dari ingatannya, dan menjadi kenangan yang (terus) memburu. Eka menyebutnya diamuk. Ingatannya seperti diamuk kenangan. Masa kecil di Bengkalis, Riau, terbuka dari ingatannya. Seolah Eka seperti melihat layar, dan suasana   tanah kelahiran bisa dilihat dari layar. Berbagai macam ingatan terus menerjang, seperti gelombang laut yang tak bisa dilawan. Karena itu, Eka menulis puisi berjudul ‘Amuk Kenang’ untuk mengkristalkan ingatannya. Judul puisi itu sekaligus menjadi judul buku kumpulan puisi karyanya.

Esemmu Nambahi Tatu, Kumpulan Crita Cekak

  Judul: Esemmu Nambahi Tatu, Kumpulan Crita Cekak Penulis: Yonas Suharyono Editor: Indro Suprobo, Ons Untoro Isi:  14 X 20 cm, vi + 108 hlm  Cetakan Pertama: Desember 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Cariyos cekak ingkang kula aturake menika saperangan ageng sampun kapacak ing saweneh kalawarti ing Yogyakarta menapa dene ing Jawa Timur. Nanging ugi wonten ingkang dereng nate kawrat amargi dereng pantes miturut paugeran dhewan redaksi. Sinaosa makaten panyerat meksa nglebetaken cariyos kasebat ing pangangkah pikantuk seserepan saking para maos menggah perangan-perangan ingkang dereng mranani penggalih. Buku menika ngewrat 22 (kalih likur) cariyos ingkang mbabar mawarni-warni tema. Wonten cariyos asmara, konflik kulawarga, cariyos misteri, donyaning wayang, ugi donyaning pamulangan. Kados ingkang kasebat ing irah-irahan ing ngajeng, cariyos Esemmu Nambahi Tatu namung dumados saking gagasan imajinatif panyerat. Dados asma tokoh ugi namung sesinglon. Makaten ugi ing cariy...

Cerita dari Perempuan, Kumpulan Cerpen 22 Penulis Perempuan

  Judul: Cerita dari Perempuan, Kumpulan Cerpen 22 Penulis Perempuan Penulis: Ami Simatupang et.al Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi:  14 X 20 cm, x + 198 hlm  Cetakan Pertama: Desember 2025 Penerbit: Tonggak Pustaka Kreativitas tidak lahir tiba-tiba. Ia dilatih dan ditumbuhkan. Semakin sering melatihnya, kreativitas akan mudah sekali hadir saat menemukan momentum. Rene Wellek dan Austin Warren dalam Teori sastra, menyebutkan, bahwa   sastra adalah suatu kegiatan kreatif. 22 perempuan ini sedang menjalankan kegiatan kreatif dengan menulis cerpen. Mereka bukan baru pertamakali menulis cerpen, sudah lama dan berulangkali karya cerpen ditulis dan dipublikasikan, termasuk diterbitkan dalam bentuk buku. Karena tak saling mengikat, satu judul cerpen tak bisa dipilih untuk judul buku. Maka, ‘Cerita dari Perempuan’ diambil untuk menandai ‘lahirnya’ kumpulan cerpen   ini. Masing-masing penulis bercerita mengenai perempuan, bukan menyangkut dirinya, melainkan r...