Judul: Negeri Tanpa Suara, Antologi Puisi Penulis: A Kusairi dkk Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo Isi: 14 X 20 cm, xxiv + 420 hlm Cetakan Pertama: November 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Satu buku kumpulan puisi yang berjudul Negeri Tanpa Suara karya lebih 140 penyair Nusantara menuliskan tema politik. Dari puisi-puisi dalam buku ini, politik tidak dituliskan dengan nada amarah, dan ketika dibacakan harus sambil mengepalkan tangan. Tensi politik tidak selalu berhadapan, tapi bisa berupa sindiran. Metafor dalam puisi ini, memberikan keindahan politik. Atau bahwa politik tidak selalu keras, bahkan maskulin. Diksi-diksi dalam puisi politik ini, tidak heroik, melainkan, kalau dalam bahasa Jawa disebut nylekit , sehingga terasa getir dan menggigit hati. Judul buku puisi ini diambilkan dari puisi karya Joashua Igho. Mungkin, puisi Igho dianggap bisa mewakili puisi-puisi yang lain sekaligus merepresentasikan situasi politik di Indonesia. Tanpa suara dalam ...
Judul: Dari Getas Batu, Himpunan Puisi dan Sketsa Penulis: Kris Budiman Editor: Indro Suprobo Isi: 14 X 20 cm, x + 70 hlm Cetakan Pertama: November 2026 Penerbit: Tonggak Pustaka Di tengah maraknya pameran yang mainstream meng gunakan galeri sebagai ruang fisik, KB memilih tradisi literasi yang sudah sangat lama ia miliki, yakni penerbitan buku. Tentu ini tak sedang memberontak kepada apapun atau siapapun. Ini hanya soal pilihan. Tapi, pilihan ini menjadi unik dan spesifik, seolah KB menawarkan ruang meditatif personal di mana geliat ide, sketsa (apalagi puisi), memang berumah di dalam batin. Himpunan Puisi dan Sketsa karya Kris Budiman ini merupakan upaya penulis untuk melukiskan gerak, intensionalitas, keterlibatan yang menubuh terhadap apa yang hadir di hadapannya. Yang hadir di hadapannya itu dilukiskan secara menubuh melalui sketsa dan puisi. Maka sejatinya dalam seluruh sketsanya ini tak akan ditemukan garis, karena ya...