Kreativitas tidak lahir tiba-tiba. Ia dilatih dan
ditumbuhkan. Semakin sering melatihnya, kreativitas akan mudah sekali hadir
saat menemukan momentum. Rene Wellek dan Austin Warren dalam Teori sastra,
menyebutkan, bahwa sastra adalah suatu
kegiatan kreatif. 22 perempuan ini sedang menjalankan kegiatan kreatif dengan
menulis cerpen. Mereka bukan baru pertamakali menulis cerpen, sudah lama dan
berulangkali karya cerpen ditulis dan dipublikasikan, termasuk diterbitkan
dalam bentuk buku.
Karena tak saling mengikat, satu judul cerpen tak bisa
dipilih untuk judul buku. Maka, ‘Cerita dari Perempuan’ diambil untuk menandai
‘lahirnya’ kumpulan cerpen ini.
Masing-masing penulis bercerita mengenai perempuan, bukan menyangkut dirinya,
melainkan relasinya, dan perempuan sebagai institusi, sehingga ‘kisah dirinya’
bisa diabaikan. Dilahirkan menjadi perempuan menang tidak bisa memilih. Itu
adalah takdir. Namun, yang takdir berbeda dengan yang kultural. Memasak bukan
takdir, lebih bersifat kultural, karena laki-laki juga (harus) bisa memasak.
Melahirkan dan menyusui merupakan takdir perempuan, laki-laki tak bisa
melakukannya. Di luar itu, laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama. Begitulah.
Marilah kita mendengar(kan) cerita dari perempuan.
