Skip to main content

Tiga Malam di Kaki Monrolo, Kumpulan Puisi PM. Laksono

 



Judul: Tiga Malam di Kaki Monrolo, Kumpulan Puisi PM. Laksono
Penulis: PM. Laksono
Editor: Ons Untoro, Indro Suprobo
Isi: 14 X 20 cm, xxii +118 hlm 
Cetakan Pertama: Maret 2026
Penerbit: Tonggak Pustaka

PM Laksono, sekali lagi menurut pengamatan saya, adalah penyair yang memiliki poetic sensorium kuat. Sebagai seorang antropolog dengan jam terbang tinggi, kepekaan pandangnya menembus rutinitas tinubuh (embodied), relasi-relasi keruangan, dan endapan-endapan historis. Citra-citra rabaan, bauan, dan cecapan dapat dihidupkannya sebelum merujuk kepada makna apa pun. Namun, yang mungkin lebih menakjubkan bagi audiens bertelinga musikal, puisi-puisinya ternyata mampu merambah bunyi-bunyi ikonis, bentang bunyi (soundscape), dan ritme yang kaya.

Dengan membaca puisi-puisi PM Laksono, saya kira, kita bisa belajar mengasah sikap observant (kepekaan observasi), ketimbang cerewet men-declare, mengumbar kata-kata dengan sia-sia. Sebagai seorang etnografer, Pak Laks tidak pernah terburu-buru untuk menjelas-jelaskan semuanya, tidak mau kesusu untuk menempel label atau menyodorkan konsep, sebelum peristiwa yang diamatinya selesai. Dari puisi-puisinya, kita juga dapat sekaligus belajar tentang bagaimana menjadi sadar, tanpa nyinyir impulsif, tanpa menghakimi liyan.