Skip to main content

Abdi Dalem Super-ager Suhardi, Inspirasi Merawat Memori di Era Kecerdasan Buatan

 



Judul: Abdi Dalem Super-ager Suhardi, Inspirasi Merawat Memori di Era Kecerdasan Buatan
Penulis: Bambang Sigap Sumantri, Benito Dira
Editor:  Indro Suprobo, Ons Untoro
Isi: 14 X 20 cm, viii + 172 hlm 
Cetakan Pertama: Agustus 2026
Penerbit: Tonggak Pustaka


 

Sejumlah penelitian menunjukkan untuk mencapai usia di atas 90 tahun, faktor genetik (warisan biologis) memegang peranan dominan. Namun, memiliki tubuh yang hidup hingga usia 90 tahun ke atas tidak menjamin otak tetap jernih. Banyak orang mencapai usia tua dengan jasmani sehat, memori dan pikirannya sudah tidak jernih.

Kami memusatkan kajian pada istilah super-aging, Suhardi sebagai super-ager. Konsep super-aging menunjuk pada keawetan dan ketajaman memori dan pikiran yang tak berkurang di usia lanjut alias tidak pikun sama sekali.  Ini dapat kita pelajari, kita latih dan rawat sepanjang hidup. Semua orang bisa dan mempunyai peluang memori dan pikiran tetap jernih di usia lanjut bahkan di era kecerdasan buatan.

Pertanyaan yang menggelitik, adakah peluang untuk menjadi super-ager  ala Suhardi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti sekarang ini?

Ternyata peluang itu ada. Lebih lanjut pertanyaannya, bagaimanakah cara-nya kita dapat merawat pikiran, otak, memori kita ketika hampir semua kerja dapat tergantikan oleh AI ? Suhardi memberi inspirasi, bahwa upaya menjadi super-ager, merawat memori dan otak kita agar awet sampai usia tua dapat diupayakan di zaman AI.

Penelitian lintas disiplin, dari psikologi hingga gerontologi, menunjukkan bahwa individu yang  selalu mempunyai tujuan hidup sehingga merasa hidup bermakna, cenderung menua dengan lebih sehat, lebih jernih, dan lebih tahan mental.